Puisi; Jerit Tangis Tanah Agraria

Jeritang tangis anak bangsa yang begitu lantang.

Kata mereka Tanah Ibu Pertiwi dilukai oleh tambang.

Tangis itu tak pernah terdengar oleh mereka yang duduk mengangkang.

Pemberontakannya hanya dianggap sebagai seorang yang bangkang.

            Diantara agraria dan pertambangan, dibatasi oleh kepentingan belaka.

            Memperkaya diri, dengan dalih ‘ini untuk kepentingan bersama’.

            Kesenjangan yang terjadi begitu nyata.

           ‘Ini untuk kepentingan bersama’, yang kau maksud itu seperti apa?

Negara maju, rakyat menjadi debu,

Satu persatu rakyat menjadi bisu,

Dilecut oleh kebijakan yang begitu kaku,

Demi memperkaya dompet dan saku.

           Petaniku tercinta, belum banyak yang bisa kuperbuat untuk kalian,

            Puisi ini bentuk sikapku melawan penindasan,

            Atas kejamnya kebijakan pemerintahan,

            Yang menggerus kesejateraan untuk kepentingan golongan.

Pariaman, 15 April 2019

18:31 WIB

Ba’da Magrib di Cimparuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s