Puisi; Sesak di Kepung Rindu.

Ia tak tajam tapi dapat melukaimu, Ia tak tak berwujud tapi dapat menyentuh dan memelukmu, Ia sebuah aktifitas yang dapat memikatmu, Ia dapat membuatmu menangis walaupun dia hanya berdiam saja.

Ia tumbuh dengan cepat dikala hujan, Ia dapat membangkitkan kinerja otakmu, Ia dapat memberikan pompa semangat pada kegiatanmu dan Ia dapat menunggumu walaupun harus mati.

Ia bertindak begitu lebay, Ia pun kadang tak sungkan berbicara kepada siapa saja, Ia pun bisa melepaskan harga dirinya dikala genting, Ia pun dapat membuat tangis semua orang.

Ia memang gila, dia bernama “rindu“, sebuah anugrah pemberian Tuhan.

Beruntungnya, Ia berbentuk rasa, andai saja dia berwujud dan bernyawa, mungkin kita semua tak dapat bernafas, sesak dikepung yang namanya rindu.

26 April 2019

19:00 WIB

Di Kedai Tante, depan Kampus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s